WPFD 2026 di Papua Perkuat Sinergi, Polda Papua Komitmen Jaga Ruang Pers yang Aman dan Bertanggung Jawab 

Ismaya Rosita
5 Mei 2026 00:47
Polda 0 4
2 menit membaca

Papua – Kegiatan Stakeholder Meeting dalam rangka memperingati World Press Freedom Day (WPFD) atau Hari Kebebasan Pers Sedunia Tahun 2026 secara nasional di Provinsi Papua berlangsung di Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Senin (04/05/2026) malam.

Kegiatan yang dihadiri oleh unsur Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB), TNI, Polri, serta perwakilan insan pers lokal dan nasional tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dan konstruktif.

Anggota KTP2JB, Ambang Priyonggo, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan WPFD 2026 tidak sekadar seremoni, melainkan momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama terhadap masa depan pers Indonesia.

“Kebebasan pers merupakan hak asasi manusia sekaligus fondasi utama demokrasi, perdamaian, dan keadilan sosial. Namun, kita juga dihadapkan pada tantangan besar seperti disrupsi digital, tekanan ekonomi, dominasi platform teknologi, serta ancaman disinformasi yang dapat melemahkan kualitas jurnalistik,” ujarnya.

Menindaklanjuti hal tersebut, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., yang mewakili Kapolda Papua, menyampaikan bahwa Polda Papua berkomitmen penuh dalam mendukung kebebasan pers yang bertanggung jawab sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.

“Kami terus membuka ruang komunikasi dan dialog dengan rekan-rekan jurnalis. Setiap dinamika informasi kami sikapi dengan pendekatan klarifikasi dan diskusi, bukan tindakan represif, sehingga hubungan kemitraan antara Polri dan pers tetap terjaga dengan baik,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kebebasan pers di Papua menunjukkan perkembangan yang positif. Hal ini tidak terlepas dari sinergi antara aparat keamanan dan insan pers dalam menjaga keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan stabilitas keamanan.

“Pers adalah mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi yang objektif dan menangkal hoaks yang dapat memicu gangguan kamtibmas,” tambahnya.

Melalui momentum ini, Polda Papua menegaskan akan terus hadir sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjamin kebebasan pers sebagai bagian dari hak asasi manusia, dengan tetap mengedepankan prinsip profesionalitas, proporsionalitas, dan akuntabilitas.

Dengan semangat “Shaping a Future at Peace”, seluruh pihak diajak untuk bersama-sama menjaga Papua tetap aman, damai, dan kondusif melalui peran pers yang profesional, independen, dan bertanggung jawab.(FR)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x