
Papua – Tokoh agama Papua, Pendeta Yohanes Wenda, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persatuan dan kesatuan serta menghindari segala bentuk provokasi dan tindakan anarkis, khususnya menjelang peringatan 1 Mei.

Dalam pesannya, Yohanes Wenda menekankan pentingnya membangun Papua melalui hal-hal positif dan produktif. Ia mengimbau masyarakat agar mengisi hari dengan prestasi, bukan dengan tindakan yang dapat memicu konflik.
“ Mari kita jaga persatuan, bangun Papua, dan isi hari dengan prestasi, bukan provokasi,” ujarnya.
Seruan tersebut juga menegaskan bahwa Papua merupakan bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) harus tetap dijaga bersama.

Masyarakat diharapkan dapat menyampaikan aspirasi secara bijak melalui jalur yang tepat, seperti pemerintah, tokoh adat, tokoh agama, serta melalui musyawarah bersama. Pendekatan damai dinilai sebagai langkah yang lebih konstruktif dibandingkan aksi-aksi yang berpotensi menimbulkan kerusuhan.
Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tetap menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, mulai dari bekerja, belajar, hingga beribadah, tanpa terganggu oleh isu-isu yang dapat memecah belah.
Pendeta Yohanes Wenda juga mengingatkan bahwa keterlibatan dalam aksi anarkis hanya akan merugikan diri sendiri maupun orang lain. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian di Tanah Papua.
Dengan semangat kebersamaan, pesan damai tersebut ditutup dengan ajakan kuat: Papua cinta damai, dan kedamaian itu harus dijaga bersama oleh seluruh masyarakat.(RD)


Tidak ada komentar