
Papua – Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial dengan memastikan kebenaran informasi sebelum membagikannya guna mencegah penyebaran hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan dan mengganggu keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas), dalam kegiatan Jumat Keliling (Jumling) di Masjid Nurul Amin, Dok V Atas, Kota Jayapura, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Quick Wins 1.6 dalam delapan program prioritas Kapolri tersebut diikuti para PJU Polda Papua dan personel Polda Papua.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan ibadah Salat Jumat bersama pengurus masjid dan jamaah setempat, kemudian dilanjutkan dengan silaturahmi serta penyampaian pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) oleh Wakapolda Papua bersama para pejabat utama Polda Papua.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Papua mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial maupun aplikasi percakapan tanpa memastikan kebenaran dan sumbernya terlebih dahulu, mengingat penyebaran hoaks dapat menimbulkan kesalahpahaman, memicu keresahan, hingga mengganggu keharmonisan dan situasi kamtibmas.

“Masyarakat harus bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, jangan langsung percaya atau meneruskan berita yang belum jelas kebenarannya, karena informasi yang tidak benar dapat menimbulkan keresahan dan berdampak pada keamanan serta ketertiban di tengah masyarakat,” ucap Wakapolda Papua.
Wakapolda menegaskan bahwa pencegahan penyebaran hoaks membutuhkan kesadaran dan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, pengurus masjid, tokoh masyarakat, serta generasi muda, untuk membangun budaya bermedia sosial yang sehat, bertanggung jawab, dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
Wakapolda Papua juga mengimbau masyarakat agar membiasakan diri melakukan pengecekan informasi melalui sumber resmi dan tepercaya sebelum membagikannya kepada orang lain, serta melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan informasi yang diduga mengandung berita bohong atau berpotensi mengganggu ketertiban umum.
“Jangan sampai kita ikut menyebarkan informasi yang belum tentu benar dan justru merugikan orang lain maupun masyarakat luas, mari gunakan media sosial secara bertanggung jawab, utamakan klarifikasi, dan bersama-sama menjaga persatuan serta situasi kamtibmas yang kondusif di Papua,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Jumat Keliling, Polda Papua berupaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat sekaligus meningkatkan kesadaran publik terhadap berbagai persoalan kamtibmas, termasuk ancaman penyebaran hoaks di tengah perkembangan teknologi informasi.
Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk membangun komunikasi langsung dengan pengurus masjid dan jamaah guna memperkuat kemitraan serta mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan di lingkungan masing-masing.(rd)


Tidak ada komentar