Korban Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak Bertambah Jadi Enam Orang, Polda Papua Kerahkan Tim Jibom Lakukan Sterilisasi

Ismaya Rosita
2 Jun 2026 06:52
Polda 0 3
3 menit membaca

Papua – Jumlah korban meninggal dunia akibat ledakan bom peninggalan Perang Dunia II di kawasan Kompleks Perikanan, Kelurahan Fandoi, Distrik Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, bertambah menjadi enam orang. Korban terbaru, Mina Puadi (51), meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Biak pada Selasa (02/06/2026) dini hari.

Sebelumnya, lima orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa ledakan yang terjadi di kawasan perikanan tersebut. Selain menimbulkan korban jiwa, insiden itu juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka-luka. Hingga kini, tim gabungan masih melakukan pencarian terhadap tiga orang yang dilaporkan belum ditemukan.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., menyampaikan duka cita mendalam atas bertambahnya korban meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga para korban. Polda Papua bersama seluruh unsur terkait saat ini terus berupaya melakukan pencarian terhadap korban yang masih belum ditemukan, sekaligus memastikan lokasi kejadian aman melalui proses sterilisasi yang dilakukan Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua,” ucap Kabid Humas saat ditemui di Kota Jayapura, Selasa (02/06/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Mina Puadi awalnya hanya terlihat mengalami luka pada bagian dahi akibat dampak ledakan yang terjadi di kawasan Kompleks Perikanan.

Namun setelah menjalani observasi dan pemeriksaan medis secara intensif di RSUD Biak, tim dokter menemukan adanya patah tulang rusuk sebelah kiri serta pendarahan pada organ limpa yang memerlukan tindakan operasi segera.

Pada Senin (01/06/2026) sekitar pukul 15.00 WIT, korban menjalani operasi untuk menangani pendarahan internal tersebut. Setelah operasi selesai, kondisi korban sempat menunjukkan perkembangan yang stabil. Namun beberapa jam kemudian kondisi kesehatannya kembali menurun hingga harus mendapatkan perawatan intensif di ruang ICU dengan bantuan ventilator.

Setelah melalui serangkaian upaya medis, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Selasa (02/06/2026) pukul 04.06 WIT.

Sebagai bagian dari langkah penanganan pasca ledakan, Polda Papua mengerahkan Tim Penjinak Bom (Jibom) Gegana Sat Brimob Polda Papua untuk melakukan sterilisasi dan penyisiran di lokasi kejadian.

Tim yang dipimpin Wadanyon A Gegana Sat Brimob Polda Papua, AKP Sem Hanasbey tiba di Bandara Frans Kaisiepo Biak pada Senin (01/06) sore dan langsung melaksanakan koordinasi dengan Polres Biak Numfor serta unsur pengamanan lainnya.

Sterilisasi dilakukan guna memastikan tidak terdapat lagi material berbahaya atau sisa bahan peledak yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat maupun petugas di lapangan. Selain itu, penyisiran juga bertujuan mendukung proses pencarian korban yang hingga kini masih berlangsung.

Di sisi lain, Sidokkes Polres Biak Numfor juga terus memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak. Tim kesehatan melaksanakan pemeriksaan medis, konsultasi kesehatan, serta pemberian obat-obatan dan vitamin bagi warga di sekitar lokasi kejadian sebagai bentuk dukungan kemanusiaan pascabencana.

Kombes Pol Cahyo menegaskan bahwa Polda Papua akan terus mengoptimalkan koordinasi dan sinergi dengan seluruh instansi terkait hingga seluruh rangkaian penanganan pascaledakan selesai dilaksanakan.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mendekati lokasi kejadian maupun memindahkan benda-benda yang dicurigai sebagai sisa bahan peledak. Apabila menemukan benda mencurigakan, segera laporkan kepada aparat keamanan agar dapat ditangani sesuai prosedur. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan penanganan peristiwa ini,” tegasnya.

Saat ini, proses pencarian korban yang masih belum ditemukan, sterilisasi lokasi oleh Tim Jibom Gegana Sat Brimob Polda Papua, serta pengamanan kawasan terdampak terus dilakukan secara terpadu oleh TNI, Polri, Basarnas, Pemerintah Daerah, dan instansi terkait lainnya guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.(WD)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x