Tokoh Adat Sentani Soroti Ancaman Kepunahan Sagu di Kabupaten Jayapura

Ismaya Rosita
12 Mei 2026 15:08
Satgas 0 12
2 menit membaca

Papua – Tokoh masyarakat adat Sentani, Ramses Wali, menyoroti ancaman kepunahan pohon sagu di wilayah Kabupaten Jayapura akibat maraknya alih fungsi lahan untuk pembangunan dan kawasan permukiman.

Menurut Ramses, sagu memiliki arti penting bagi masyarakat adat Papua, khususnya di Sentani, karena bukan hanya menjadi sumber pangan, tetapi juga bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat adat.

Ia mengatakan bahwa keberadaan dusun sagu saat ini semakin berkurang karena banyak lahan dijual dan dialihfungsikan untuk kepentingan pembangunan.

“Kalau sagu hilang, maka kehidupan orang Papua juga perlahan akan hilang. Sagu bukan sekadar makanan, tetapi simbol kehidupan masyarakat adat,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pada masa pemerintahan sebelumnya pernah diterbitkan peraturan daerah terkait perlindungan sagu. Namun, perkembangan pembangunan yang semakin pesat membuat keberadaan dusun sagu tetap terancam apabila tidak ada langkah nyata untuk menjaga dan melestarikannya.

Ramses menuturkan masih ada beberapa kampung di kawasan Sentani yang tetap mempertahankan hutan sagu sebagai warisan adat, seperti Kampung Yoboi, Simporo, dan Babrongko.

Menurutnya, masyarakat di kampung-kampung tersebut masih memiliki kesadaran untuk menjaga sagu sebagai bagian dari budaya dan sumber kehidupan generasi mendatang.

“Kami berharap pemerintah dan masyarakat bersama-sama menjaga hutan sagu agar tidak habis. Anak cucu Papua juga harus merasakan manfaat sagu seperti yang kami rasakan hari ini,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan sagu juga berkaitan erat dengan ketahanan pangan masyarakat Papua serta keseimbangan lingkungan di kawasan Danau Sentani.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk lebih peduli terhadap pelestarian dusun sagu di tanah Papua.(RD)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x