
Papua – Dalam upaya meningkatkan profesionalisme Insan Pers, khususnya wartawan radio, Bidang Hubungan Masyarakat (Bid Humas) Polda Papua memberikan materi mengenai teknik pelaksanaan konferensi pers dan door stop kepada peserta Uji Kompetensi Wartawan Radio (UKWR) Angkatan 45 yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Kompetensi (Pusbangkom) Penyiaran Radio LPP RRI di Hotel Swiss-Bel Express, Kota Jayapura, Jumat (24/07/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Humas Polda Papua diwakili oleh Kasubbid PID Bid Humas Polda Papua, Kompol Nurjanah, S.Sos., M.M., Kaur Pensat Subbid Penmas Bid Humas Polda Papua, AKP Adriana Thamrin, Pengawas LPP RRI Jakarta sekaligus Penguji UKWR, Enderiman Butar Butar, Kepala RRI Yogyakarta sekaligus Penguji, Taufan Pamungkas, serta 12 peserta UKWR Angkatan 44 dan 45.
Materi yang disampaikan mengangkat tema “Simulasi Konferensi Pers dan Door Stop terkait Operasi Sikat Cartenz 2026”. Selain pemaparan teori, peserta juga mengikuti simulasi praktik serta sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif.
Kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai mekanisme penyampaian informasi kepada publik dalam pelaksanaan operasi kepolisian, sekaligus memperkuat pemahaman wartawan terhadap etika dan teknik peliputan.

Dalam penyampaiannya, Kompol Nurjanah menegaskan bahwa konferensi pers merupakan salah satu sarana penting dalam membangun komunikasi yang terbuka antara Polri dan masyarakat melalui media.
“Seorang jurnalis tidak hanya dituntut cepat memperoleh informasi, tetapi juga harus mampu menyajikannya secara utuh, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Kompol Nurjanah mengatakan melalui simulasi ini Polda Papua ingin memberikan pemahaman mengenai bagaimana proses konferensi pers kepolisian berlangsung sehingga informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan tidak menimbulkan multitafsir.
Ia juga menjelaskan bahwa teknik door stop memerlukan kemampuan komunikasi yang baik karena dilakukan dalam waktu singkat, namun tetap harus memperhatikan etika profesi.
“Dalam situasi operasi kepolisian, door stop sering menjadi momen penting bagi wartawan untuk memperoleh informasi terbaru. Oleh karena itu, diperlukan kemampuan menggali informasi secara profesional tanpa mengabaikan etika jurnalistik maupun kepentingan penyidikan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Kompol Nurjanah berharap kegiatan ini dapat memperkuat sinergi antara Polri dan insan pers dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat.
“Kami berharap para peserta UKWR tidak hanya lulus uji kompetensi, tetapi juga mampu menjadi jurnalis yang profesional, memahami tata kelola komunikasi publik, serta menjadi mitra strategis Polri dalam menyampaikan informasi yang benar, akurat, dan membangun kepercayaan masyarakat,” tutupnya.(rd)


Tidak ada komentar