
Papua – Polda Papua mengawal proses kedatangan jenazah Pilot AMA PK-RCY, Mr. Nicolas Francis Gosselin, yang menjadi korban penyerangan dan pembakaran pesawat di Kampung Balinggama, Kabupaten Yahukimo, Jumat (3/7/2026).
Setelah tiba di Sentani, jenazah dibawa menuju Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Jayapura untuk menjalani pemeriksaan forensik sebagai bagian dari proses penyidikan yang dilakukan sesuai ketentuan hukum.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., bersama Kaops Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., jajaran Pejabat Utama Polda Papua, personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026, manajemen PT. AMA Sentani, tokoh agama, serta keluarga almarhum.
Jenazah almarhum tiba di Hanggar Kantor Penerbangan AMA Sentani pada pukul 18.36 WIT dan disambut dalam suasana penuh duka.

Prosesi diawali dengan penurunan jenazah, dilanjutkan ibadah penguatan yang dipimpin Uskup Jayapura, Yanuarius Teofilus Matopai You, sebagai bentuk penghormatan terakhir sekaligus memberikan penghiburan kepada keluarga, kerabat, dan seluruh pihak yang hadir.
Direktur PT. AMA Sentani, Bob Kayadu, menyampaikan penghargaan atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama menjalankan tugas kemanusiaan di Papua.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses evakuasi hingga pemulangan jenazah serta mengajak semua pihak untuk terus memberikan doa dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.
Setelah keluarga, rekan kerja, dan para pelayat memberikan penghormatan terakhir, jenazah diberangkatkan menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Jayapura pada pukul 19.40 WIT dan tiba sekitar pukul 20.02 WIT.
Tim dokter spesialis forensik kemudian melaksanakan otopsi sebagai bagian dari pemeriksaan medis untuk mendukung proses penyidikan secara ilmiah, objektif, dan profesional.
Pemeriksaan forensik selesai pada pukul 23.55 WIT. Selanjutnya, jenazah diserahkan kepada perwakilan PT. AMA Sentani untuk disemayamkan sebelum proses pemulangan ke daerah asal sesuai dengan keputusan keluarga.
Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H. menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum serta menegaskan komitmen Polda Papua dalam menangani kasus tersebut secara profesional.
“Kami menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga almarhum Mr. Nicolas Francis Gosselin. Kehadiran kami merupakan bentuk penghormatan kepada almarhum sekaligus wujud komitmen Polda Papua untuk mengawal seluruh proses penanganan perkara ini secara profesional, transparan, dan sesuai ketentuan hukum. Pemeriksaan forensik yang dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara menjadi bagian penting dalam mendukung proses penyidikan sehingga seluruh fakta dapat diungkap secara ilmiah dan objektif,” ujar Brigjen Pol. Muhajir.
Wakapolda Papua juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya, serta memberikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum yang sedang bekerja mengungkap peristiwa ini secara menyeluruh. Dukungan dan kerja sama seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menjaga situasi kamtibmas di Papua tetap aman dan kondusif,” tambahnya.
Polda Papua bersama Satgas Operasi Damai Cartenz akan terus berkoordinasi dengan PT. AMA Sentani dan instansi terkait dalam penanganan perkara ini, termasuk proses pemulangan jenazah kepada keluarga, serta melakukan evaluasi terhadap pengamanan operasional penerbangan sipil di wilayah yang memiliki potensi gangguan keamanan.(DA)


Tidak ada komentar