
Papua – Polda Papua turut menghadiri kegiatan Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Barisan Merah Putih Republik Indonesia (BMP-RI) dengan tema “Proyek Strategis Nasional dan Kesejahteraan Masyarakat Papua” di Aula Lukmen, Lantai 9 Kantor Gubernur Papua, Kota Jayapura, Sabtu (30/05/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Papua Selatan Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Provinsi Papua Dr. Andry, S.IP., M.Si., mewakili Gubernur Papua, Asops Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf. Andri Hadiyanto, M.Han., Dansatrol Koarmada III Kolonel Laut (P) Bambang ABR, Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, S.I.K., M.K.P., serta sejumlah narasumber dan tokoh masyarakat Papua hingga perwakilan lembaga hak asasi manusia untuk membahas manfaat, tantangan, dan dampak Proyek Strategis Nasional (PSN) terhadap pembangunan serta kesejahteraan masyarakat Papua.
Dalam sambutannya, Gubernur Papua yang di bacakan oleh Dr. Andry mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Papua mengapresiasi penyelenggaraan diskusi publik sebagai ruang dialog yang konstruktif guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pembangunan di Papua.
Pemerintah menegaskan bahwa setiap program pembangunan harus dilaksanakan secara inklusif dengan tetap menghormati hak-hak masyarakat adat, menjaga kelestarian budaya lokal, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui visi Papua Cerah (Cerdas, Sejahtera, dan Harmoni), seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, diajak untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan Papua yang maju, aman, dan sejahtera.
Dalam sesi pemaparan, Gubernur Papua Selatan Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T. menyampaikan materi mengenai peluang dan tantangan investasi di Papua Selatan. Saat pemaparan berlangsung, sempat terjadi aksi penyampaian aspirasi dari sejumlah peserta yang membawa pamflet berisi penolakan terhadap PSN. Aksi tersebut berlangsung sekitar lima menit dan berjalan secara tertib sebelum kegiatan kembali dilanjutkan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Marga Gebze Kampung Urumb, Yohanes Yandi Gebze, juga menyampaikan pandangannya terkait penyediaan lahan untuk pelaksanaan Proyek Strategis Nasional di Kabupaten Merauke. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif antara narasumber dan peserta diskusi.
Melalui forum tersebut, para peserta menegaskan pentingnya pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, peningkatan konektivitas wilayah, penguatan ekonomi daerah, serta penciptaan lapangan kerja. Selain itu, pembangunan di Papua harus tetap mengedepankan prinsip inklusivitas, penghormatan terhadap hak masyarakat adat, serta pelestarian budaya lokal.
Kegiatan ini juga menghasilkan kesepahaman bersama bahwa keberhasilan pembangunan di Papua memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda sebagai agen perubahan, serta komitmen untuk terus membangun komunikasi dan dialog yang terbuka demi mewujudkan Papua yang cerdas, sejahtera, harmonis, dan berkelanjutan.(Red)


Tidak ada komentar